Blogger Template by Blogcrowds

.

:: WELCOME To ♥HSI♥ ::

Magic Without Limit Of Time And Space Will Become True With Our Imagination




DRACO DORMIENS NUNQUAM TITILANDUS!

Aula Besar HSI

Aula Besar HSI
Selamat datang di ♥HSI♥, Perhatikan langkah kalian bila menginjak tangga-tangga jebakan, beberapa patung Baju zirah bisa menyesatkan, beberapa Hantu Bisa menjadi sahabat, jangan percaya pada lukisan kesatria Sinting dan jangan berdiri terlalu dekat di tepi danau atau tepi Hutan terlarang, dan selalu perhatikan Cuaca yang mungkin Pada musim ini Agak berangin,

Penyihir sudah ada di Inggris lama sebelum Hogwarts didirikan . Penyihir-penyihir zaman dahulu dikenal dengan sebutan Druid ( seperti Druidess Cliodna , yang terpampang pada kartu Para Penyihir Terkenal ). Nama itu berasal dari bahasa Celtic yang artinya “mengenal pohon ek”. Mereka kaum cendekiawan di Inggris di Inggris dan Galia ( yang sekarang dikenal sebagai Prancis ) .

Druid berperan sebagai pendeta local , guru , dan hakim . Mereka juga berkumpul setiap tahun di tempat yang sekarang menjadi kota Chartres di Prancis , untuk berdebat tentang pertanyaan-pertanyaan yang lebih global dan menyelesaikan persengketaan .

Pemimpin Romawi Julius Caesar , yang menaklukkan Galia dan Inggris lalu mencatat apa yang ia pelajari dari Negara-negara itu , mengatakan Druid “mendiskusikan dan mengajarkan anak-anak muda banyak hal tentang bintang dan pergerakan mereka , tentang tingkatan dunia dan bumi kita , tentang sifat dasar segala benda , tentang kekuasaan dan keperkasaan dewa-dewa yang hidup abadi .”

Pelatihan untuk menjadi Druid dapat berlangsung selama dua puluh tahun . Seperti yang dikatakan Caesar , pelatihan itu termasuk belajar puisi , astronomi , filosofi , juga agama .

Druid memuja beberapa dewa alam --- mereka percaya adanya semacam kekuatan yang meresap di setiap makhluk hidup . Mereka juga percaya kehidupan abadi dan reinkarnasi . Ritual-ritual mereka membutuhkan pengorbanan hewan dan mungkin juga manusia . Caesar menyatakan mereka menggunakan ranting dan dahan untuk membuat semacam patung wadah besar berbentuk manusia , kemudian mengisi bagian dalam patung itu dengan manusia hidup dan membakarnya . Meski demikian , beberapa cendekiawan membantah pernyataan ini , berkata Caesar berburuk sangka para Druid karena mereka menentang keras kekuasaanya

By: Prof. Christin Sorcian DeMerlin




0 Comments:

Post a Comment



Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

RAMALAN - - JODOH - -